Monday, 15 April 2019

Kepala Dua

Untuk Kamu, yang hari ini genap 20 tahun


Bertambahnya usia, selalu diharapkan bertambahnya hal-hal baik pada diri kita.
Kamu adalah pribadi yang cukup baik, untuk dunia yang dengan pesat menumbuhkan keegoisan.
Banyak hal baik yang bisa aku temukan di dalam dirimu, banyak hal-hal kecil sederhana yang ternyata bisa membahagiakan hati banyak orang yang dapat ku contoh.

Kalau kamu tahu, aku tidak mudah untuk benar-benar percaya pada orang lain, mungkin aku cukup mampu untuk bergaul, tapi tidak untuk benar-benar tulus tanpa pertimbangan. Hingga, setiap jenjang pendidikan yang aku lalui, aku cukup dengan satu atau paling banyak dua orang yang membuatku cukup berani benar-benar tulus memberi kepercayakan dan mempercayakan pada mereka tentang beberapa hal yang tidak kuceritakan pada oranglain.
Dengan perangaiku yang seperti sekarang ini, bukan berarti aku tidak memiliki hati yang lembut.

Di usia dengan kepala dua ini, aku yakin, kamu memiliki banyak cita-cita yang ingin diwujudkan, maka aku akan mendukung dan ikut mendoakan selama itu baik.

Kedewasaan memang tidak selalu berbanding lurus dengan usia, tetapi aku harap, kedewasaan bertumbuh sesuai usiamu. Jangan memaksakan diri untuk hal-hal yang memang tidak kamu sukai. Jangan bertahan hanya karena merasa tidak enak.

Banyak pilihan yang harus kamu berikan keputusan. Pikirkan baik-baik, hal-hal yang sebenarnya tidak kamu perlukan tetapi terus kamu lakukan, dan tidak membuatmu menjadi lebih baik. Menikmati masa muda, memang wajib dilakukan semua makhluk, karena Allah tidak menciptakan kita untuk hidup menderita dan penuh tekanan.

Lakukan hal-hal yang kamu cintai. Tetap menjadi cantik, dengan berbagai definisi.
Keluarga dan sahabat-sahabatmu, adalah hal-hal yang tidak boleh kamu nomor duakan setelah Allah. Mereka akan dengan tulus berbahagia ketika kamu sukses.

Dalam tiap hati manusia, ada ‘rasa’ kecil yang mendorong untuk selalu dekat dengan Tuhan, tetapi kadang kita abai hanya karena merasa lebih pandai.

Terimakasih sudah menjadi pribadi yang baik, minimal untuk aku yang merasakannya.
Terimakasih untuk permen, di hari setelah Minggu, dan hari Kamis.
Terimakasih sudah menjaga keburukanku, dari oranglain.
Terimakasih tetap membantu, walaupun aku selalu melakukan kesalahan yang sama.

Semoga sisa umurmu di dunia ini, lebih bermanfaat lagi, Aamiin.


0 comments:

Post a Comment