Untuk Kamu, yang hari ini genap 20
tahun
Bertambahnya usia, selalu
diharapkan bertambahnya hal-hal baik pada diri kita.
Kamu adalah pribadi yang cukup
baik, untuk dunia yang dengan pesat menumbuhkan keegoisan.
Banyak hal baik yang bisa aku
temukan di dalam dirimu, banyak hal-hal kecil sederhana yang ternyata bisa
membahagiakan hati banyak orang yang dapat ku contoh.
Kalau kamu tahu, aku tidak mudah
untuk benar-benar percaya pada orang lain, mungkin aku cukup mampu untuk
bergaul, tapi tidak untuk benar-benar tulus tanpa pertimbangan. Hingga, setiap
jenjang pendidikan yang aku lalui, aku cukup dengan satu atau paling banyak dua
orang yang membuatku cukup berani benar-benar tulus memberi kepercayakan dan
mempercayakan pada mereka tentang beberapa hal yang tidak kuceritakan pada
oranglain.
Dengan perangaiku yang seperti
sekarang ini, bukan berarti aku tidak memiliki hati yang lembut.
Di usia dengan kepala dua ini, aku
yakin, kamu memiliki banyak cita-cita yang ingin diwujudkan, maka aku akan
mendukung dan ikut mendoakan selama itu baik.
Kedewasaan memang tidak selalu
berbanding lurus dengan usia, tetapi aku harap, kedewasaan bertumbuh sesuai
usiamu. Jangan memaksakan diri untuk hal-hal yang memang tidak kamu sukai. Jangan
bertahan hanya karena merasa tidak enak.
Banyak pilihan yang harus kamu
berikan keputusan. Pikirkan baik-baik, hal-hal yang sebenarnya tidak kamu
perlukan tetapi terus kamu lakukan, dan tidak membuatmu menjadi lebih baik. Menikmati
masa muda, memang wajib dilakukan semua makhluk, karena Allah tidak menciptakan
kita untuk hidup menderita dan penuh tekanan.
Lakukan hal-hal yang kamu cintai. Tetap
menjadi cantik, dengan berbagai definisi.
Keluarga dan sahabat-sahabatmu,
adalah hal-hal yang tidak boleh kamu nomor duakan setelah Allah. Mereka akan
dengan tulus berbahagia ketika kamu sukses.
Dalam tiap hati manusia, ada ‘rasa’
kecil yang mendorong untuk selalu dekat dengan Tuhan, tetapi kadang kita abai
hanya karena merasa lebih pandai.
Terimakasih sudah menjadi pribadi
yang baik, minimal untuk aku yang merasakannya.
Terimakasih untuk permen, di hari
setelah Minggu, dan hari Kamis.
Terimakasih sudah menjaga
keburukanku, dari oranglain.
Terimakasih tetap membantu, walaupun
aku selalu melakukan kesalahan yang sama.
Semoga sisa umurmu di dunia ini,
lebih bermanfaat lagi, Aamiin.
