“Model
rambut saja berubah di tiap tahunnya, apalagi pola pikir manusia” Tidak bisa dipungkiri, perubahan adalah hal
yang akan dan harus terjadi pada kehidupan, terlebih manusia adalah makhluk
dinamis. Perubahan-perubahan yang ada, sebenarnyya terjadi atas keinginan-keinginan
manusia generasi sebelumnya yang akhirnya dapat terealisasikan. Teknologi
merupakan salah satu pemeran utama atas terjadinya perubahan. Teknologi
melahirkan kecepatan dan kemudahan melakukan sesuatu, melalui berbagai metode
dan alat-alat canggih. Sehingga segala sesuatu di masa ini, hampir tidak bisa
terlepas dari teknologi.
Generasi
milenial, yang lahir setelah generasi X dan Y tentu saja tidak asing lagi dengn
internet, bahkan jika diberi dua pilihan, makan atau internet, pilihan
terbanyak bisa jatuh kepada intenet. Tak ayal, para pengguna internet ini,
tidak lepas dari dunia maya. Setiap yang nyata di dunia, punya peran di dunia
maya. Bahkan segala sesuatu, kini sudah memiliki produk virtual nya.
Salah
satunya adalah media sosial. Seperti namanya, media sosial digunakan untuk
bersosialisasi dengan banyak orang di berbagai tempat di belahan dunia. Dari yang
pada kenyataannya bisa ditemui dengan hitungan jam, bahkan dengan hitungan
hari. Di media sosial, setidaknya ada lebih dari satu hal dapat kita lakukan.
Sejauh berkembangnya zaman, media sosial tentu saja dimanfaatkan secara
komersil. Para pedagang menjajakan daganganya dengan media sosial, dibubuhi
kata-kata yang cantik, dan gambar produk yang terlihat epic. Selan itu, bisnis berbasis online menawarkan berbagai
informasi yang sedang naik di publik, diberikan gambar dengan judul artikel yang
seringkali menciptakan rasa penasaran dan
terkadang menimbulkan kontroversi, sehingga dapat menaikkan sumber lalu
lintas produk mereka.
Generasi
milenial, ingin tahu banyak hal, ingin mencoba banyak hal, mencari jati diri,
dan menemukan passion. Banyak cara
ditempuh, tanpa lebih dahulu memahami ilmunya. Semakin akrabnya dengan
informasi yang marak di publik, makin banyak teman ngobrolnya, entah informasi yang
dibincangkan itu benar atau tidak, asal melihat judul. Supaya terlihat paham
dan up to date dengan isu-isu sosial
politik. Jangankan membaca isi beritanya, dengan melihat judul yang nyentrik saja, sudah membulatkan tekadnya untuk
menyalin dan segera membagika informasi tersebut di berbagai laman media sosial
yang dimiliki.
Akhirnya
berita yang belum pasti kebenarannya, semakin ramai diperbincangkan di media
sosial. Tidak terdapat titik temu, hanya saling lempar pendapat antar para
pengguna. Lama-kelamaan muncul berbagai pro dan kontra, hingga bahan yang
diperdebatkan bukan lagi berita tadi, tetapi justru pendapat para pengguna
media sosial, dan saling ketidakpahaman yang justru menimbulkan masalah, baik
yang berujung damai hingga yang berujung di meja hijau. Disebabkan oleh berita hoax yang belum tentu berkaitan dengan
kehidupan kita, pendapat yang tidak didasari ilmu dan pengetahuan justru
menjadi bumerang untuk diri sendiri.
Rendahnya
minat baca pada generasi milenial merupakan sebab sederhana untuk berbagai
masalah. Keinginan unuk mendapatkan segala sesuatu secara praktis menjadi salah
satu pemicunya. Asal dari media ini itu, serta berbagai foto dan video dari
hasil editing yang berkualitas. Tidak perlu jauh-jauh, bagi para milenial,
cobalah intropeksi diri. Berapa eksemplar buku yang menjadi target bacaan hari ini? Berapa lembar
buku yang sudah dibaca hari ini? Berapa banyak paragraf yang dipahami hari ini?
Berapa kalimat yang menjadi motivasi hari ini? Berapa banyak hal baik yang
sudah dihasilkan hari ini? Cukup jawab dalam hati, dan mulai berusaha untuk
bisa menjawab pertanyaan-pernyataan ini lagi dengan menyebutkan angka-angka
sebagai jawabannya.
Banyaknya bacaan,
berkualitasnya bacaan, dan matangnya ilmu pengetahuan akan melahirkan
pemikiran-pemikiran positif yang berbobot. Sehingga generasi milenial tidak
menjadi generasi yang mudah ditarik ulur oleh berita yang simpang siur. Justru
menjadi solusi dari masalah dan isu-isu sosial politik yang mudah bertebaran
dan direkayasa oleh pihak yag tidak bertanggung jawab. Dengan demikian membantu
negara untuk dapat mengurusi hal lain, dan menjadikan Indonesia menjadi negara
yang lebih maju dengan penduduk yang lebih cerdas.